News >> Penerimaan Santri Baru T/A 2020/2021 akan dibuka pada bulan Januari 2020, dan akan ditutup setelah kuota terpenuhi. News >> Daftar Waiting List Sudah Online.!!!
Indonesia berduka, derai air mata melingkupi saudara-saudara kita di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Aktivitas penggalangan kebutuhan sandang, pangan dan dana untuk korban bencana dilakukan oleh berbagai pihak yang terketuk hati nuraninya. Pun demikian dengan Pondok Pesantren Al-Murozza.
Aksi penggalangan dana untuk lombok kali ini merupakan moment yang tepat untuk mengasah emphaty santri Al-Murozza terhadap sesama manusia terlebih saudara seiman dan seakidah. Kita dihadapkan kepada fenomena memilukan betapa ratusan nyawa meregang sumber, ratusan ribu saudara kita mengungsi karena kehilangan tempat tinggal, kerugian materi tercatat 7,7 trilyun rupiah yang dicatat oleh BNPB per tanggal 21 Agustus 2018 sumber.

Rasa cinta kepada sesama ditanamkan sejak dini untuk melatih kepekaan rasa dan emphaty santri. Sebagaimana hadits Rasulullah Muhammad saw


“Irhamu man fil ardli yarhamkum man fis sama”– Sayangilah semua yang ada di bumi, maka semua yang ada di langit akan menyayangimu.” —HR. Abu Dawud dan Timidzi.

Menyayangi dan mengurus mahluk adalah tugas mulia yang diembankan Allah Sang Maha Pencipta kepada manusia sebagai khalifah di muka bumi. 



Dalam Nashaihul ‘Ibad, Syekh Nawawi al-Bantani menuliskan kisah berikut. Konon pada suatu ketika ada seseorang berjumpa dengan Imam al-Ghazali dalam sebuah mimpi. Lantas ia pun bertanya, “Bagaimana Allah memperlakukanmu?.”
Imam al-Ghazali pun berkisah. Di hadapan Allah ia ditanya mengenai bekal apa yang hendak diserahkan kepada-Nya. Al-Ghazali menjawab dengan menyebut satu per satu seluruh prestasi ibadah yang pernah ia jalani di kehidupan dunia.
Namun, Allah menolak semua itu. Kecuali, satu kebaikannya ketika bertemu dengan seekor lalat. Dan, karena lalat itu pula Imam al-Ghazali diizinkan memasuki Syurga-Nya.
Dikisahkan pada suatu hari, Imam al-Ghazali tengah sibuk menulis kitab. Hal yang lazim dalam dunia kepenulisan adalah dengan menggunakan tinta dan sebatang pena. Pena itu harus dicelupkan dulu ke dalam tinta baru kemudian dipakai untuk menulis, jika habis dicelup lagi dan menulis lagi. Begitu seterusnya.
Di tengah kesibukan menulis itu, tiba-tiba terbanglah seekor lalat dan hinggap di mangkuk tinta Imam al-Ghazali. Sang Imam yang merasa kasihan lantas berhenti menulis untuk memberi kesempatan si lalat melepas dahaga dari tintanya itu.
Dari kisah tersebut, kita tahu bahwa betapa luas kasih sayang Imam al-Ghazali terhadap sesama makhluk, termasuk lalat yang pada saat itu datang “mengganggu” kenikmatannya dalam kegiatan menulis.



Imam Al-Ghazali diijinkan masuk ke dalam surganya Allah adalah karena kasih sayangnya kepada mahluk Allah, lalat. Bila kepada hewan saja sedemikian balasan yang Allah berikan bagaimana pula apabila rasa kasih sayang kita berikan kepada manusia, seiman pula, sebangsa setanah air pula. Subhanallah.

Kepada wali santri, rekan-rekan sejawat, asatidz dan guru yang telah ambil bagian mengerahkan segala macam pengorbanan, entah itu materil, moril, tenaga dan fikirannya, kiranya hanya Allah sajalah yang dapat membalasnya. Semoga yang telah kita sumbangkan menjadi manfaat, berfaedah bagi saudara-saudara kita di Lombok dan menjadi berkah, amin



Link Terkait:

PPDB / PSB 2019-2020

Tahun Ajaran 2019/2020MTs & MA
INFORMASI PENERIMAAN SANTRI BARU T/A 2019/2020M 1440/1441H
Santri Baru : Tutup
Pindahan : Terbatas
Bebas uang gedung bagi 5 pendaftar pertama
Cs:(021) 8743871 Senin-Sabtu Pk. 07.00-13.00 WIB

WA 085778142478 (Not Call)

Pk. 07.00-20.00 WIB

Powered by Blogger.

Sosial Media Al-Murozza

Last Update